No products in the cart.

Bisa Dicuci di Mesin Cuci, Asalkan Tahu Caranya
Tips Mencuci Tas Kanvas dan Ransel di Mesin Cuci agar Tidak Rusak – Tas kanvas dan ransel adalah item yang hampir setiap hari menemani aktivitas—mulai dari kerja, sekolah, belanja di pasar, hingga jalan-jalan di akhir pekan. Tapi justru karena sering dipakai, tas-tas ini jadi jarang dicuci. Alasannya macam-macam: takut rusak, tidak tahu cara yang benar, atau tidak yakin apakah tas bisa masuk mesin cuci. Padahal, dengan cara yang tepat, mencuci tas kanvas dan ransel di mesin cuci itu sangat bisa dilakukan—dan hasilnya pun bersih maksimal.
Bagi warga Bogor, Cibinong, Depok, dan sekitarnya yang sering membawa tas kemana-mana, penting untuk tahu cara merawat tas agar tetap awet meski rutin dibersihkan. Di sinilah peran mesin cuci menjadi solusi praktis—asal tidak asal masukin begitu saja. Ada beberapa langkah persiapan, pengaturan mesin, dan teknik pengeringan yang wajib diperhatikan agar tas kesayangan tidak luntur, menyusut, atau jahitannya lepas.
Artikel ini akan membahas secara lengkap cara mencuci tas kanvas dan ransel di mesin cuci dengan aman—termasuk bahan apa saja yang boleh dan tidak boleh dicuci mesin, settingan yang tepat, hingga cara mengeringkan yang benar. Juga ada tips bonus tentang cara menghilangkan noda membandel sebelum masuk mesin.
Tidak Semua Tas Bisa Masuk Mesin Cuci: Kenali Bahannya Dulu

Langkah pertama sebelum mencuci tas adalah mengenali bahannya. Ini bukan soal pilih-pilih, tapi soal keselamatan tas itu sendiri. Menurut AQUA Elektronik, tidak semua tas aman dicuci menggunakan mesin cuci—beberapa bahan justru bisa rusak parah jika terkena putaran mesin.
Berikut panduan singkatnya:
- Aman dicuci di mesin cuci: Kanvas (canvas), polyester, dan nilon—selama tidak ada ornamen yang mudah rusak seperti manik-manik, payet, atau hiasan renda.
- Hindari mesin cuci untuk: Tas berbahan kulit asli (warna dan tekstur bisa berubah), tas dengan renda halus (mudah sobek akibat putaran), dan tas dengan manik-manik atau ornamen dekoratif.
- Periksa label perawatan: Selalu cek label di bagian dalam tas. Jika ada simbol “tangan” atau simbol “jangan mesin cuci”, lebih aman cuci manual.
Perlu dicatat bahwa tas kanvas memiliki dua opini di kalangan pengguna: sebagian menyarankan cuci manual untuk menjaga serat lebih awet, sementara sebagian lain setuju mesin cuci boleh digunakan asal dengan siklus lembut dan air dingin. Kunci utamanya ada di settingan mesin—bukan semata-mata pada boleh atau tidaknya.
Persiapan Sebelum Tas Masuk Mesin Cuci

Kesalahan terbesar saat mencuci tas adalah langsung melemparnya ke mesin tanpa persiapan. Hasilnya? Ritsleting bisa merusak drum, barang di dalam kantong kecil ikut tercuci, hingga tali tas tersangkut dan putus. Persiapan yang benar bisa mencegah semua masalah itu.
1. Kosongkan Seluruh Isi Tas
Keluarkan semua barang—termasuk yang tersimpan di kantong-kantong kecil atau kompartemen tersembunyi. Buka semua ritsleting dan kancing agar tidak ada area yang terlewat. Barang kecil seperti koin, struk belanja, atau earphone yang tertinggal bisa merusak mesin cuci dan tas itu sendiri.
2. Bersihkan Debu dan Kotoran Kering Terlebih Dahulu
Gunakan vacuum cleaner atau sikat kering untuk membersihkan debu, pasir, dan kotoran kering yang menempel—terutama di sudut-sudut dalam tas. Langkah ini penting karena kotoran kering yang tidak dibersihkan bisa menggumpal saat terkena air dan justru sulit hilang.
3. Tangani Noda Membandel Secara Manual
Noda minyak, bekas makanan, atau noda membandel di tali tas sebaiknya ditangani terlebih dahulu sebelum masuk mesin. Oleskan deterjen cair atau sabun khusus noda langsung ke area yang kotor, diamkan 10–15 menit, lalu gosok perlahan dengan sikat gigi berbulu lembut. Menurut Kompas.com, deterjen yang mengandung enzim lebih efektif untuk mengangkat noda protein dan minyak dari serat kain kanvas.
4. Lepas Aksesori yang Bisa Dilepas
Jika ransel memiliki tali pinggang, sabuk dada, frame rangka, atau kantong eksternal yang bisa dilepas—lepaskan semuanya. Bagian ini lebih baik dicuci secara terpisah dengan tangan agar tidak merusak struktur utama tas.
5. Masukkan Tas ke Dalam Laundry Bag atau Sarung Bantal
Ini langkah krusial yang sering dilewatkan. Memasukkan tas ke dalam laundry bag (kantong jala pencuci) atau sarung bantal yang dizipper akan melindungi tas dari gesekan langsung dengan drum mesin cuci. Ritsleting yang terbuka juga tidak akan mencakar dinding drum. Jika tidak punya laundry bag, sarung bantal biasa sudah cukup efektif.
Baca Juga: Tips Mencuci Bantal dan Guling di Mesin Cuci 1 Tabung
Settingan Mesin Cuci yang Tepat untuk Mencuci Tas
Ini adalah bagian yang paling menentukan apakah tas akan aman atau rusak setelah dicuci. Mesin cuci modern punya banyak mode—dan tidak semua cocok untuk tas.
- Mode/Siklus: Gunakan mode Gentle, Delicate, atau Soft. Mode ini menggunakan putaran lambat dengan agitasi minimal, mirip seperti mencuci tangan. Menurut penjelasan di laman Electrolux Indonesia, air dingin pada siklus lembut lebih ramah untuk kain sensitif karena mengurangi risiko penyusutan dan warna luntur.
- Suhu air: Gunakan air dingin atau air suhu ruang. Hindari air panas karena bisa membuat serat kanvas menyusut, warna memudar, dan lem perekat di bagian sol atau alas tas menjadi longgar.
- Kecepatan putaran (spin speed): Pilih putaran rendah. Putaran tinggi bisa merusak struktur tas, terutama di bagian jahitan dan tali.
- Deterjen: Gunakan deterjen cair (bukan bubuk) dalam jumlah sedikit—sekitar setengah dosis normal. Deterjen cair lebih mudah larut dan tidak meninggalkan residu di serat kain. Pilih yang lembut atau diformulasikan untuk pakaian berwarna.
- Jangan campur dengan pakaian berwarna lain: Cuci tas secara terpisah atau bersama item berwarna serupa untuk menghindari transfer warna.
Menurut tokoprogress.com, banyak pengguna mesin cuci di Bogor dan sekitarnya menggunakan mode normal untuk semua jenis cucian tanpa memperhatikan jenis bahan—padahal untuk tas kanvas dan ransel, mode gentle adalah pilihan yang jauh lebih aman dan bisa mencegah kerusakan sejak dini.
Cara Mengeringkan Tas Kanvas dan Ransel dengan Benar
Proses pengeringan sama pentingnya dengan proses pencucian. Salah dalam mengeringkan bisa membuat tas berubah bentuk, berbau apek, atau bahkan berjamur.
- Jangan gunakan mesin pengering (dryer): Panas dari mesin pengering bisa merusak serat kanvas, melonggarkan lem, dan membuat tali tas menjadi kaku atau putus. IDN Times juga menegaskan bahwa setelah mencuci, ransel sebaiknya tidak langsung dimasukkan ke mesin pengering karena bisa mempercepat kerusakan bahan.
- Jangan jemur langsung di bawah terik matahari: Paparan sinar UV berlebih dapat memudarkan warna tas, terutama kanvas berwarna cerah atau gelap.
- Jemur di tempat teduh dan berangin: Gantung tas dalam posisi terbuka—buka semua ritsleting dan kantong—agar sirkulasi udara masuk ke seluruh bagian. Posisikan tas terbalik agar bagian dalam lebih cepat kering.
- Isi dengan koran atau handuk kering: Untuk menjaga bentuk tas (terutama ransel) selama proses pengeringan, isi bagian dalam dengan kertas koran atau handuk kering yang bisa menyerap sisa kelembapan dari dalam.
- Pastikan benar-benar kering sebelum disimpan: Tas yang masih lembap di dalam tapi terlihat kering di luar adalah penyebab utama bau apek dan jamur. Tekan-tekan bagian tebal tas (seperti bantalan punggung ransel) untuk memastikan tidak ada kelembapan tersisa.
Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan Saat Mencuci Tas
Banyak orang mencuci tas dengan niat baik tapi hasilnya malah merusak. Berikut beberapa kesalahan yang perlu dihindari:
- Langsung masuk mesin tanpa persiapan: Tidak mengosongkan isi, tidak memasang laundry bag, tidak melepas aksesori—semua bisa berujung pada kerusakan tas maupun mesin cuci.
- Menggunakan deterjen terlalu banyak: Busa berlebih sulit dibilas sempurna dan meninggalkan residu yang membuat kain terasa kaku serta bisa memicu iritasi kulit.
- Memilih mode normal atau kuat: Agitasi keras dari mode standar bisa merusak jahitan, melonggarkan tali, bahkan membuat ritsleting bengkok.
- Mencuci tas kulit di mesin cuci: Ini kesalahan fatal. Air dan putaran mesin bisa merusak permukaan kulit secara permanen—warnanya terkelupas dan teksturnya berubah kasar.
- Menyimpan tas yang belum benar-benar kering: Terutama di iklim lembap seperti Bogor dan sekitarnya, tas yang disimpan dalam kondisi masih agak basah akan sangat mudah berjamur dalam hitungan hari.
FAQ: Pertanyaan yang Sering Muncul
Q: Apakah semua jenis tas kanvas bisa dicuci di mesin cuci?
A: Sebagian besar tas kanvas polos bisa dicuci di mesin cuci dengan mode gentle dan air dingin. Namun, tas kanvas dengan hiasan bordir tebal, manik-manik, atau lapisan coating khusus lebih aman dicuci dengan tangan untuk menghindari kerusakan.
Q: Berapa sering sebaiknya mencuci tas ransel?
A: Untuk pemakaian harian, idealnya dicuci setiap 1–3 bulan sekali—atau lebih sering jika terlihat kotor, berbau, atau terkena hujan. Tas sekolah anak yang dipakai setiap hari bisa dicuci lebih sering, sekitar sebulan sekali.
Q: Apakah bisa mencuci tas ransel dengan rangka atau frame internal?
A: Tidak disarankan. Rangka internal (frame) bisa bergeser atau patah akibat putaran mesin. Lepas rangka terlebih dahulu jika bisa dilepas; jika tidak, sebaiknya cuci manual saja.
Q: Deterjen apa yang paling aman untuk mencuci tas kanvas?
A: Gunakan deterjen cair yang lembut, seperti yang diformulasikan untuk pakaian berwarna atau pakaian bayi. Hindari deterjen bubuk keras atau pemutih yang bisa merusak warna dan serat kanvas.
Q: Apakah mesin cuci 2 tabung bisa digunakan untuk mencuci tas?
A: Bisa, asalkan ukuran tas tidak terlalu besar. Gunakan tabung cuci dengan putaran minimal dan waktu singkat. Hindari memasukkan tas langsung ke tabung peras/spin untuk menghindari deformasi bentuk.
Q: Bagaimana cara menghilangkan bau apek pada tas yang sudah lama tidak dicuci?
A: Sebelum mencuci, taburi baking soda di dalam tas, diamkan semalam, lalu sedot dengan vacuum. Tambahkan sedikit cuka putih ke air bilasan terakhir untuk membantu menghilangkan bau. Pastikan tas dikeringkan sempurna setelah dicuci.
Q: Apakah tas ransel sekolah berbahan polyester aman dicuci di mesin cuci?
A: Ya, polyester adalah bahan yang cukup tahan lama dan aman untuk mesin cuci. Gunakan mode gentle, air dingin, dan deterjen lembut. Tas berbahan polyester juga biasanya lebih cepat kering dibanding kanvas.
Penutup: Tas Bersih, Penampilan Terjaga
Mencuci tas kanvas dan ransel di mesin cuci sebenarnya bukan hal yang rumit—asalkan dilakukan dengan cara yang tepat. Mulai dari mengenali bahan tas, persiapan sebelum mencuci, memilih mode mesin cuci yang benar (selalu pilih gentle!), hingga pengeringan yang sabar di tempat teduh—semua langkah itu saling melengkapi untuk hasil yang bersih tanpa merusak tas kesayangan.
Punya pengalaman mencuci tas yang hasilnya bagus—atau malah pernah gagal? Ceritakan di kolom komentar, ya! Berbagi pengalaman bisa sangat membantu sesama pembaca yang sedang cari cara yang aman.
Bagi kamu di Bogor, Cibinong, Depok, dan sekitarnya yang sedang mempertimbangkan mesin cuci baru yang punya mode gentle untuk mencuci berbagai jenis kain—kunjungi tokoprogress.com. Semua produk yang tersedia adalah original bergaransi resmi, dengan pengiriman cepat ke seluruh wilayah Jabodetabek. Mesin cuci yang tepat bukan cuma menghemat waktu, tapi juga melindungi semua barang yang kamu cuci—termasuk tas ransel favoritmu.
Tas yang bersih bukan cuma soal penampilan—itu cerminan gaya hidup yang teratur dan peduli detail.
Sumber: AQUA Elektronik (aquaelektronik.com), Electrolux Indonesia (electrolux.co.id), Kompas.com, IDN Times


