No products in the cart.

Harga AC Naik di Musim Kemarau 2026, Kenapa Ini Terjadi?
Harga AC Naik 5–10% di Musim Kemarau 2026: Kapan Waktu Terbaik Beli AC? – Kalau belakangan ini kamu mulai membandingkan harga AC di beberapa toko dan merasa angkanya lebih mahal dari yang kamu ingat beberapa bulan lalu, perasaan itu bukan hanya di kepala kamu saja. Harga AC memang tercatat naik sekitar 5–10% pada musim kemarau 2026 ini, dan kenaikan ini terasa cukup merata di berbagai merek, mulai dari yang low watt sampai yang inverter kelas atas. Buat warga Bogor, Cibinong, dan Depok yang setiap tahun merasakan langsung betapa gerahnya rumah tanpa pendingin ruangan yang layak, momen ini jadi dilema tersendiri: beli sekarang selagi masih ada, atau tunggu sampai harga stabil lagi?
Pertanyaan itu jadi makin relevan karena kenaikan harga AC tahun ini tidak berdiri sendiri. Ada tiga hal yang saling berkaitan: pelemahan nilai tukar rupiah yang bikin komponen impor lebih mahal, musim kemarau 2026 yang menurut prediksi resmi bakal lebih kering dan lebih panjang dari biasanya, dan lonjakan permintaan yang membuat produsen kewalahan memenuhi pesanan. Ketiganya membentuk kondisi pasar yang unik, di mana harga naik tapi penjualan AC justru tetap melesat.
Di artikel ini, kita akan bahas tuntas kenapa harga AC bisa naik segitu signifikan, seberapa parah dampak musim kemarau tahun ini, sampai perbandingan AC inverter versus low watt yang sering bikin bingung calon pembeli. Yang paling penting, kamu juga akan dapat gambaran jelas soal kapan sebenarnya waktu paling strategis untuk beli AC baru supaya tidak menyesal di kemudian hari.
Penyebab Utama Kenaikan Harga AC Tahun Ini
Kenaikan harga AC jarang terjadi karena satu faktor tunggal. Tahun ini, kombinasi pelemahan rupiah dan naiknya harga komoditas global jadi pemicu utama. Sebagian besar merek AC, bahkan yang sudah punya pabrik di Indonesia, masih bergantung pada komponen impor seperti kompresor, PCB, dan refrigerant. Begitu kurs dolar naik, biaya produksi otomatis membengkak, dan produsen tidak punya banyak pilihan selain menyesuaikan harga jual.
Menurut pedagang elektronik di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, kenaikan harga AC dan TV terjadi hampir merata di berbagai merek begitu rupiah melemah, dengan kisaran 2 sampai 5 persen setiap kali ada penyesuaian dari distributor. Yang membuat situasinya makin terasa berat bagi konsumen, kenaikan ini biasanya datang mendadak tanpa pemberitahuan jauh-jauh hari, sehingga toko langsung menyesuaikan harga jual begitu harga dari distributor naik.
Di sisi produsen, gambarannya juga tidak sesederhana “harga naik lalu untung besar”. Menurut Sharp Electronics Indonesia, perusahaan sudah menyesuaikan harga AC sebanyak tujuh kali sejak akhir 2025 akibat kenaikan biaya bahan baku, termasuk lonjakan harga tembaga global, dan fluktuasi kurs dolar yang terus bergerak. Untungnya, sejumlah produsen dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) tinggi punya sedikit ruang untuk menahan laju kenaikan, karena sebagian komponen seperti casing, part logam, dan evaporator sudah diproduksi secara lokal sehingga tidak sepenuhnya terekspos fluktuasi kurs.
| Faktor Penyebab | Dampak ke Harga AC |
|---|---|
| Pelemahan nilai tukar rupiah | Komponen impor (kompresor, PCB, refrigerant) jadi lebih mahal |
| Kenaikan harga tembaga & bahan baku global | Biaya produksi unit indoor-outdoor meningkat |
| Permintaan tinggi saat kemarau panjang | Stok cepat terserap, sebagian toko kurangi diskon |
| Tingkat komponen dalam negeri (TKDN) rendah | Merek dengan TKDN rendah lebih rentan naik harga signifikan |
Musim Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering dan Panjang, Apa Dampaknya?

Faktor kedua yang mendorong kenaikan harga sekaligus lonjakan permintaan adalah karakter musim kemarau tahun ini yang memang berbeda dari tahun-tahun biasa. Menurut BMKG, puncak musim kemarau 2026 diperkirakan terjadi pada Agustus, mencakup 369 zona musim atau sekitar 48,84 persen luas daratan Indonesia. Yang lebih penting lagi, lebih dari separuh wilayah Indonesia, tepatnya 437 zona musim atau 48,77 persen luas daratan, diprediksi mengalami durasi kemarau yang lebih panjang dari kondisi normalnya.
Kondisi ini diperparah oleh fenomena El Nino yang cukup kuat, dengan indeks suhu permukaan laut di wilayah Nino 3.4 tercatat jauh di atas ambang normal dan diproyeksikan bertahan hingga awal 2027. Dampaknya bukan cuma soal cuaca terasa lebih panas, tapi juga curah hujan yang jauh berkurang. BMKG bahkan memproyeksikan sekitar 95,62% wilayah Indonesia akan mengalami curah hujan di bawah 50 mm per periode sepuluh hari pada Agustus 2026, yang membuat suhu harian di sejumlah daerah tembus 36 derajat Celsius lebih.
Buat rumah tangga di Bogor, Cibinong, dan Depok yang sebagian wilayahnya justru dikenal lebih adem dibanding Jakarta, kondisi kemarau panjang seperti ini tetap terasa signifikan, apalagi untuk rumah tanpa ventilasi silang yang baik atau kamar di lantai atas yang menyerap panas lebih banyak. Wajar kalau permintaan AC ikut melonjak bersamaan dengan periode ini, dan wajar juga kalau toko-toko elektronik mengalami tekanan stok yang berujung pada penyesuaian harga.
AC Inverter vs AC Low Watt: Mana yang Lebih Worth It Saat Harga Naik?

Saat harga AC sedang naik, pertanyaan yang sering muncul bukan cuma “beli sekarang atau nanti”, tapi juga “beli tipe yang mana supaya tidak rugi jangka panjang”. Dua kandidat yang paling sering dibandingkan adalah AC inverter dan AC low watt, dan keduanya punya keunggulan yang berbeda tergantung kebutuhan.
AC inverter bekerja dengan menyesuaikan kecepatan kompresor secara otomatis mengikuti suhu ruangan, bukan menyala-mati penuh seperti AC konvensional. Menurut produsen seperti Daikin dan Panasonic, mekanisme ini membuat konsumsi listrik jadi jauh lebih efisien saat suhu ruangan sudah stabil, karena kompresor tidak perlu bekerja penuh terus-menerus. Konsekuensinya, harga beli AC inverter memang lebih mahal di awal, tapi tagihan listrik bulanan biasanya lebih terkendali, terutama kalau dipakai dalam durasi panjang setiap hari.
AC low watt di sisi lain dirancang khusus untuk daya listrik terbatas, misalnya rumah dengan daya 900 VA yang masih banyak ditemukan di kawasan Bogor dan Cibinong. Watt AC ini sengaja dibuat lebih kecil supaya tidak membebani MCB, tapi konsekuensinya kapasitas pendinginan juga lebih terbatas dan cocok untuk ruangan kecil saja.
| Aspek | AC Inverter | AC Low Watt |
|---|---|---|
| Harga beli awal | Lebih mahal | Lebih terjangkau |
| Konsumsi listrik jangka panjang | Lebih hemat saat dipakai lama | Hemat di awal, kurang efisien saat nonstop |
| Cocok untuk daya listrik | 1300 VA ke atas | 900 VA |
| Kapasitas pendinginan | Fleksibel, bisa untuk ruang lebih luas | Terbatas, ideal ruang kecil |
Baca Juga: AC Inverter vs Low Watt: Mana Lebih Cocok di Listrik 900 VA?
Kapan Waktu Terbaik Beli AC Supaya Lebih Hemat?
Ini bagian yang paling banyak ditanyakan: kalau harga sedang naik dan kebutuhan mendesak, kapan sebenarnya momen paling tepat untuk beli AC baru? Jawabannya tidak sesederhana “beli sekarang” atau “tunggu saja”, karena tergantung urgensi kebutuhan kamu.
- Kalau AC lama sudah rusak berat atau tidak ada AC sama sekali di rumah, menunda pembelian di tengah kemarau panjang justru berisiko, karena stok unit populer bisa cepat habis dan harga cenderung terus naik seiring permintaan.
- Kalau kebutuhannya belum mendesak, momentum terbaik biasanya di luar puncak kemarau, misalnya menjelang akhir tahun atau awal musim hujan, saat permintaan mereda dan toko lebih agresif memberi promo untuk menghabiskan stok.
- Perhatikan periode promo besar seperti kampanye belanja tanggal kembar atau akhir tahun, yang biasanya menawarkan diskon signifikan meski harga dasar sedang naik.
- Bandingkan harga antar toko dan pastikan unit yang dibeli adalah produk resmi dengan garansi, bukan sekadar mengejar harga termurah tanpa jaminan purna jual.
Menurut Sharp Electronics Indonesia, permintaan AC domestik tetap tinggi bahkan ketika harga naik, karena masyarakat kini menilai AC sebagai kebutuhan harian untuk menjaga kualitas udara dan produktivitas, bukan lagi sekadar barang mewah musiman. Perusahaan bahkan menyebut fenomena ini sebagai “anomali Indonesia”, di mana kenaikan harga tidak menyurutkan minat beli.
Menurut tokoprogress.com, momentum paling strategis untuk beli AC justru bukan pas puncak kemarau saat semua orang panik mencari pendingin ruangan, melainkan sedikit lebih awal atau menjelang pergantian musim, ketika stok masih lengkap, pilihan model masih banyak, dan tim instalasi belum kebanjiran antrean pemasangan.
Kesalahan Umum yang Bikin Beli AC Jadi Boros
Selain soal timing, ada beberapa kesalahan klasik yang sering bikin pembelian AC jadi kurang optimal, apalagi di tengah harga yang sedang naik seperti sekarang.
- Memilih kapasitas PK yang tidak sesuai luas ruangan. Menurut teknisi HVAC berpengalaman, ini adalah kesalahan paling umum, karena AC yang terlalu kecil untuk ruangannya akan bekerja lebih keras dan justru boros listrik, sementara AC yang terlalu besar bikin biaya beli membengkak tanpa manfaat sepadan.
- Hanya fokus pada harga termurah tanpa mengecek garansi resmi. Unit tanpa garansi resmi berisiko kalau ada kerusakan komponen dalam setahun pertama pemakaian.
- Mengabaikan biaya pemasangan dan aksesori tambahan seperti pipa instalasi atau braket outdoor, yang kadang membuat total pengeluaran lebih tinggi dari perkiraan awal.
- Tidak mengecek kapasitas daya listrik rumah sebelum membeli, sehingga AC yang dibeli malah membuat MCB sering trip.
Tips Merawat AC Biar Awet Meski Dipakai Nonstop Saat Kemarau
Setelah AC terpasang, perawatan rutin jadi kunci supaya performa pendinginan tetap optimal sekaligus tagihan listrik tidak membengkak, terutama saat AC dipakai hampir sepanjang hari selama musim kemarau panjang seperti sekarang.
Menurut praktik servis resmi kebanyakan merek AC, pembersihan filter udara sebaiknya dilakukan setiap dua minggu sekali saat pemakaian intensif, sementara servis cuci unit indoor dan outdoor secara menyeluruh idealnya dilakukan tiap tiga bulan. Filter yang kotor membuat AC bekerja lebih keras untuk menghasilkan udara dingin yang sama, yang ujung-ujungnya menambah konsumsi listrik dan mempercepat keausan kompresor.
Selain servis rutin, atur suhu AC di kisaran 24–26 derajat Celsius untuk keseimbangan antara kenyamanan dan efisiensi listrik, hindari menutup ventilasi udara outdoor karena bisa mengganggu proses pembuangan panas, dan pastikan tidak ada kebocoran pada pintu atau jendela ruangan supaya udara dingin tidak cepat terbuang.
FAQ Seputar Harga AC Naik dan Waktu Terbaik Membeli
Q: Kenapa harga AC bisa naik 5–10% di musim kemarau 2026?
A: Kombinasi pelemahan rupiah yang bikin komponen impor lebih mahal, kenaikan harga bahan baku seperti tembaga, dan lonjakan permintaan akibat musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya.
Q: Apakah harga AC akan turun lagi setelah musim kemarau berakhir?
A: Ada kemungkinan harga sedikit lebih stabil atau muncul promo saat permintaan mereda, tapi faktor kurs rupiah dan harga bahan baku global tetap jadi penentu utama, jadi tidak ada jaminan harga akan kembali seperti sebelumnya.
Q: Lebih baik pilih AC inverter atau low watt untuk rumah dengan daya listrik terbatas?
A: Untuk daya 900 VA, AC low watt biasanya lebih aman dan tidak membebani MCB, sementara AC inverter lebih cocok untuk rumah dengan daya 1300 VA ke atas yang ingin hemat listrik jangka panjang.
Q: Berapa PK AC yang ideal untuk kamar tidur ukuran standar?
A: Untuk kamar sekitar 9–12 meter persegi, AC 3/4 PK sampai 1 PK umumnya sudah cukup, tapi sebaiknya sesuaikan lagi dengan tinggi plafon dan jumlah jendela di ruangan tersebut.
Q: Apakah membeli AC secara online di tengah kenaikan harga tetap aman?
A: Aman selama membeli dari toko resmi dengan garansi jelas dan produk asli, karena risiko biasanya muncul dari unit tanpa garansi resmi atau penjual tidak terpercaya, bukan dari metode pembeliannya.
Q: Berapa lama proses pemasangan AC baru biasanya memakan waktu?
A: Untuk instalasi standar tanpa kendala teknis, pemasangan AC split umumnya memakan waktu sekitar 2–3 jam per unit, tergantung jarak indoor-outdoor dan kondisi tembok rumah.
Q: Apakah AC dengan TKDN tinggi lebih tahan terhadap kenaikan harga?
A: Relatif iya, karena sebagian komponennya sudah diproduksi lokal sehingga tidak sepenuhnya terekspos fluktuasi kurs dolar, meski tetap tidak sepenuhnya kebal dari kenaikan harga bahan baku global.
Penutup: Jangan Sampai Kepanasan karena Menunda Terlalu Lama
Harga AC yang naik 5–10% di musim kemarau 2026 memang bukan kabar yang menyenangkan, tapi bukan berarti kamu harus buru-buru panik atau justru menunda tanpa strategi. Yang paling penting adalah memahami penyebabnya, mempertimbangkan tipe AC yang paling sesuai kebutuhan dan daya listrik rumah, serta memilih waktu pembelian yang tepat berdasarkan urgensi kebutuhanmu sendiri.
Buat warga Bogor, Cibinong, Depok, dan sekitarnya yang sedang mempertimbangkan beli AC baru, tokoprogress.com siap jadi tempat belanja yang bisa diandalkan, dengan produk 100% original, garansi resmi dari setiap merek, dan pengiriman cepat langsung ke rumah tanpa perlu repot bolak-balik ke toko fisik. Kalau kamu punya pengalaman atau pertanyaan soal beli AC di tengah musim kemarau ini, jangan ragu tulis di kolom komentar atau bagikan artikel ini ke tetangga dan keluarga yang juga lagi cari AC baru. Ingat, AC yang tepat dibeli di waktu yang tepat selalu lebih hemat daripada AC murah yang dibeli buru-buru.
Referensi
Sumber: BMKG – Prediksi Musim Kemarau 2026
Sumber: Tempo.co – Harga AC Mulai Naik 5-10 Persen
Sumber: Suara.com – Gegara Pelemahan Rupiah, Harga AC dan TV Langsung Naik
Sumber: Suara.com – Fenomena Unik Industri AC: Harga Naik, Penjualan Sharp Malah Melesat
Sumber: CNBC Indonesia – RI Diserang Suhu Panas Mendidih


