No products in the cart.

Kaos Sablon dan Baju Bordir Butuh Perlakuan Berbeda Saat Dicuci
Tips mencuci pakaian bermotif sablon dan bordir agar tidak cepat rusak sebenarnya sederhana, tapi sering diabaikan karena banyak orang menganggap semua pakaian bisa diperlakukan sama di dalam mesin cuci. Padahal, kaos sablon dengan tinta yang menempel di permukaan kain dan baju bordir dengan benang yang tertanam di seratnya punya karakter yang jauh berbeda dari kain polos biasa. Buat warga Bogor, Cibinong, dan Depok yang cuacanya lembap dan sering hujan, kesalahan kecil saat mencuci — mulai dari suhu air, pilihan deterjen, sampai cara menjemur — bisa bikin motif favorit retak, pudar, atau bahkan lepas dalam hitungan bulan.
Di tokoprogress.com sendiri masalah ini termasuk yang paling sering ditanyakan pelanggan yang baru membeli mesin cuci baru. Bukan cuma soal cara pakai mesinnya, tapi juga soal mode dan fitur mana yang sebenarnya aman dipakai untuk baju kondangan berbordir, seragam kantor bersablon, atau kaos komunitas dengan desain custom. Artikel ini akan membahas tuntas mulai dari mengenali jenis sablon dan bordir, langkah dasar mencucinya, sampai fitur mesin cuci modern yang bisa membantu menjaga motif tetap awet lebih lama.
Mengenal Jenis Sablon dan Bordir serta Tantangannya Saat Dicuci

Sebelum bicara soal cara mencuci, penting dulu memahami bahwa “sablon” itu sendiri bukan satu jenis teknik. Setiap jenis sablon punya bahan dasar dan cara menempel yang berbeda ke kain, sehingga daya tahannya terhadap air, deterjen, dan gesekan juga tidak sama. Begitu juga bordir, yang secara fisik adalah rangkaian benang yang dijahit tembus ke kain, sehingga rawan kusut atau putus kalau tertarik gaya sentrifugal mesin cuci yang berputar kencang.
| Jenis Motif | Karakteristik | Risiko Saat Dicuci |
|---|---|---|
| Sablon Plastisol | Lapisan tinta tebal, warna pekat, elastis | Bisa retak jika disetrika langsung atau kena suhu tinggi berulang |
| Sablon Rubber | Berbahan karet, permukaan agak mengkilap | Rentan mengelupas jika digosok kasar atau direndam deterjen keras |
| Sablon DTF (Direct to Film) | Motif detail dan tajam, lentur mengikuti kain | Warna bisa memudar bila sering terkena pemutih atau sinar matahari langsung |
| Sablon DTG (Direct to Garment) | Tinta meresap ke serat kain, hasil halus | Paling rentan pudar dibanding jenis lain jika dicuci dengan gesekan tinggi |
| Bordir | Benang dijahit membentuk pola timbul | Benang bisa kusut, tertarik, atau putus akibat putaran mesin yang terlalu kencang |
Menurut Kompas Lifestyle, desainer Ayu Dyah Andari menyarankan agar pakaian dengan bordir penuh sebaiknya tidak dicuci menggunakan mesin cuci sama sekali, melainkan dicuci manual dengan tangan agar benang bordir tidak tertarik atau kusut. Untuk pakaian sehari-hari dengan bordir kecil di bagian dada atau lengan, mencuci dengan mesin masih memungkinkan asalkan mode dan kecepatan putaran diatur dengan tepat.
Langkah Dasar Mencuci Pakaian Bersablon dan Berbordir agar Awet

Setelah memahami karakter masing-masing motif, langkah berikutnya adalah menerapkan kebiasaan mencuci yang benar sejak awal. Beberapa langkah ini terlihat sepele, tapi justru paling sering dilewatkan sehingga motif cepat rusak padahal bahan kaosnya sendiri masih bagus.
- Balik pakaian sehingga bagian sablon atau bordir berada di dalam, agar tidak bergesekan langsung dengan pakaian lain atau dinding tabung mesin cuci.
- Gunakan air dingin atau suam-suam kuku, hindari air panas karena bisa membuat lapisan sablon plastisol dan rubber menjadi getas lalu retak.
- Pilih deterjen cair dibanding deterjen bubuk, karena butiran deterjen bubuk yang belum larut sempurna berpotensi menggores permukaan sablon.
- Jangan gunakan pemutih berbahan klorin, sebab bahan ini bisa memudarkan warna sablon maupun benang bordir dalam waktu singkat.
- Hindari merendam terlalu lama — cukup 10-15 menit — karena rendaman lama membuat lem sablon melunak dan lebih mudah terkelupas.
- Pisahkan pakaian bermotif dari pakaian berkancing, berritsleting, atau berbahan kasar seperti jeans yang bisa menggesek dan merusak motif.
Menurut artikel Tribunshopping, salah satu penyebab utama sablon cepat luntur adalah kebiasaan mencuci dengan cara dikucek terlalu keras tepat di bagian bermotif, padahal cukup dikucek lembut di bagian yang benar-benar kotor saja.
Memilih Mode dan Fitur Mesin Cuci yang Tepat untuk Pakaian Bermotif
Salah satu kabar baiknya, mesin cuci keluaran terbaru sekarang sudah dilengkapi berbagai mode cuci yang sebenarnya dirancang khusus untuk kain sensitif, termasuk pakaian bermotif sablon dan bordir. Masalahnya, banyak pengguna tidak tahu mode mana yang harus dipilih karena istilah di panel mesin cuci sering terdengar teknis.
Menurut panduan resmi Samsung Indonesia, mode Delicates dirancang untuk kain sensitif seperti rayon dan serat campuran sintetik dengan putaran lebih lembut, sementara mode Wool memiliki fitur perendaman lembut untuk melindungi serat halus seperti benang bordir dari risiko tertarik atau berubah bentuk. Ada juga mode Dark Garment yang melakukan pembilasan tambahan dengan putaran lebih ringan, cocok dipakai untuk kaos sablon berwarna gelap agar warnanya tidak cepat pudar.
Beberapa fitur yang sebaiknya diperhatikan saat memilih atau menggunakan mesin cuci untuk pakaian bermotif:
- Mode Gentle atau Delicate — menurunkan kecepatan putaran (spin) sehingga gesekan antar-pakaian berkurang signifikan.
- Pengaturan suhu air rendah — mencegah lapisan sablon mengembang atau retak akibat panas berlebih.
- Fitur bubble wash atau soft wash — pada beberapa merek seperti Sharp dan Polytron, fitur ini menghasilkan busa halus yang membersihkan kotoran tanpa gesekan kasar ke motif.
- Laundry bag atau kantong cuci — meski bukan fitur mesin, sangat disarankan dipakai bersamaan dengan mode delicate untuk pakaian berbordir tebal.
Baca Juga: Cara Membaca Simbol Perawatan di Label Pakaian Sebelum Mencuci
Memahami simbol perawatan di label baju sebenarnya jadi langkah awal sebelum menentukan mode cuci yang tepat, karena label itu biasanya sudah memberi petunjuk apakah pakaian boleh dicuci mesin, harus manual, atau tidak boleh terkena suhu tinggi sama sekali.
Kesalahan Umum yang Bikin Sablon dan Bordir Cepat Rusak
Selain teknik mencuci yang kurang tepat, ada beberapa kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari mempercepat kerusakan motif. Mengetahui kesalahan ini penting supaya kebiasaan mencuci sehari-hari bisa diperbaiki, bukan cuma saat mencuci pakaian bermotif favorit saja.
- Menyetrika langsung di atas sablon tanpa alas kain — panas setrika yang menempel langsung bisa melelehkan atau meratakan tekstur sablon timbul.
- Menjemur di bawah sinar matahari langsung dengan motif menghadap keluar — sinar UV mempercepat oksidasi warna, terutama pada sablon DTG dan DTF.
- Mencuci bersamaan dengan pakaian berkancing logam, resleting kasar, atau beludru yang menggesek motif.
- Memeras pakaian bermotif dengan cara diperas dan dipelintir tangan (bukan lewat mesin), karena tekanan tidak merata justru merusak serat bordir.
- Menyimpan pakaian bermotif dalam keadaan masih agak lembap, yang bisa memicu jamur pada benang bordir.
Tips Menjemur, Menyetrika, dan Menyimpan Pakaian Bermotif agar Tetap Awet
Perawatan pakaian bermotif sebenarnya tidak berhenti di proses mencuci saja. Cara menjemur, menyetrika, dan menyimpan juga sama pentingnya, apalagi untuk wilayah dengan kelembapan tinggi seperti Bogor dan Cibinong yang cuacanya cenderung lebih sering berkabut dan lembap dibanding Jakarta.
Untuk menjemur, sebaiknya balik pakaian terlebih dahulu sehingga motif menghadap ke dalam dan terlindung dari paparan matahari langsung. Jemur di tempat yang teduh namun tetap bersirkulasi udara baik agar kain cepat kering tanpa bau apek. Saat menyetrika, gunakan alas kain tipis di atas motif sablon atau bordir, dan atur suhu setrika ke level rendah-sedang, bukan suhu tinggi yang biasa dipakai untuk kain katun tebal.
Menurut tokoprogress.com, banyak pelanggan yang sebenarnya sudah punya mesin cuci dengan mode delicate lengkap tapi jarang memakainya karena terburu-buru, padahal selisih waktu mode delicate dengan mode normal biasanya cuma 10-15 menit saja — sebuah kompromi kecil yang sangat sepadan demi menjaga motif kesayangan tetap utuh lebih lama.
Untuk penyimpanan, pastikan pakaian benar-benar kering sebelum dilipat dan disimpan di lemari. Hindari menggantung pakaian berbordir berat dalam waktu lama karena bisa menarik dan merenggangkan bagian kain di sekitar bordir; lebih baik dilipat rapi di dalam laci atau rak.
FAQ Seputar Mencuci Pakaian Sablon dan Bordir
Q: Apakah baju sablon boleh dicuci dengan mesin cuci?
A: Boleh, asalkan menggunakan mode delicate atau gentle dengan putaran rendah dan suhu air dingin. Sebaiknya baju dibalik dulu agar bagian sablon tidak bergesekan langsung dengan pakaian lain.
Q: Bagaimana cara terbaik mencuci baju bordir yang tebal?
A: Untuk bordir tebal atau penuh, mencuci manual dengan tangan lebih disarankan agar benang tidak tertarik oleh putaran mesin. Jika terpaksa pakai mesin, gunakan mode wool atau delicate dan masukkan ke dalam laundry bag.
Q: Apakah boleh menyetrika baju bersablon?
A: Boleh, tapi gunakan alas kain tipis di atas sablon dan atur suhu setrika ke level rendah agar lapisan tinta tidak meleleh atau retak.
Q: Berapa suhu air yang aman untuk mencuci baju bermotif?
A: Idealnya gunakan air dingin atau suam-suam kuku di bawah 30 derajat Celsius. Suhu tinggi berisiko membuat sablon plastisol dan rubber menjadi getas.
Q: Deterjen apa yang aman untuk sablon dan bordir?
A: Deterjen cair umumnya lebih aman dibanding deterjen bubuk karena lebih mudah larut sempurna dan tidak meninggalkan residu kasar di permukaan motif.
Q: Mode apa di mesin cuci yang cocok untuk pakaian bermotif?
A: Mode Delicate, Gentle, Wool, atau Dark Garment adalah pilihan yang paling sesuai karena menurunkan kecepatan putaran dan menambah proses pembilasan agar motif tetap terjaga.
Q: Apakah pakaian bermotif boleh dijemur di bawah sinar matahari langsung?
A: Sebaiknya dihindari. Jemur pakaian dalam keadaan terbalik di tempat teduh agar warna sablon maupun benang bordir tidak cepat pudar akibat paparan sinar UV.
Rawat Motif Favorit, Awali dari Mesin Cuci yang Tepat
Menjaga kaos sablon dan baju bordir tetap awet sebenarnya bukan soal ribet atau tidaknya proses mencuci, melainkan soal memahami karakter motif dan memakai mode cuci yang sesuai. Mulai dari membalik pakaian, memilih suhu air dingin, menghindari pemutih, sampai memanfaatkan mode delicate atau wool di mesin cuci — semua langkah kecil ini akan sangat berpengaruh pada seberapa lama motif favorit bisa dipakai tanpa retak, pudar, atau kusut.
Buat warga Bogor, Cibinong, Depok, dan sekitarnya yang berencana upgrade mesin cuci agar lebih ramah untuk pakaian bermotif, tokoprogress.com menyediakan berbagai pilihan mesin cuci dengan fitur delicate dan wool care lengkap, dijamin produk original, bergaransi resmi, dan pengiriman cepat langsung ke rumah. Yuk share artikel ini ke teman atau keluarga yang sering curhat baju sablon kesayangannya cepat rusak, atau tulis di kolom komentar mesin cuci apa yang sedang kamu pertimbangkan. Motif boleh rumit, tapi cara merawatnya sebenarnya sederhana — asal tahu caranya.
Sumber: Kompas Lifestyle, Samsung Indonesia, Tribunshopping.com


